Sketsa Perkawinan

sebab kemerdekaanmu serupa udara
tak terpukat
lolos dari lubang gading purba
kupinang kau dengan puisi
(lagi…)

Seperti Mawar

Seperti mawar
Bibirmu lebih berduri dari darahku
mengecupnya aku hilang tempat di bumi
aku pun terbang ke nirwana
Terurai dalam panas parasmu bulan purnama
Lalu disaat langit bertabur cahaya
bayang-bayangmu kembali menyusut
sesatkan aku pada terowong tanpa ujung
(lagi…)

artikel dari Pos Kupang 21 januari 2009
(Catatan Buat Yoseph Lagadoni Herin)

Oleh Bara Pattyradja

patra1SAYA menyambut baik gagasan genuine Yoseph Lagadoni Herin yang tertuang lewat esainya, “Sastra NTT Tak Pernah Mati” di harian Pos Kupang edisi 06/01/2009. Yang paling pertama menyentuh hati saya adalah respeknya yang sungguh-sungguh terhadap masa depan kehidupan sastra di NTT. Ia seorang wakil bupati yang setahu saya lebih tulus mencintai puisi dari pada politik. Sulit rasanya mencari sosok pemimpin yang benar-benar peduli pada pembangunan alam batin masyarakatnya, di tengah aras pembangunan bangsa yang oportunistik, pembangunan yang menghamba pada materi, pembangunan yang tidak punya keberpihakan sama sekali pada dimensi immaterial kemanusiaan kita!
(lagi…)

AZAN SUBUH I
dalam kamar beku ini kudengar azan subuh
kutatap bening-bening hujan lewat jendela
tak seperti dahulu:
pertemuan kita di bawah rinai hujan sempuna
ajarkan banyak makna
kebersamaan dalam dunia fana
(lagi…)

Halaman Berikutnya »