KUPANG, PK –– Komunitas pemuda dan remaja yang menyukai sastra mendeklarasikan dan me-launcing Rumah Peotica di Taman Kota Flobamora-Kupang, Jalan Timor Raya-
Pasir Panjang, Kupang, Sabtu (27/10/2007). Berdirinya Rumah Poetica ini diharapkan sebagai wadah berkumpulnya pecinta sastra serta melahirkan sastrawan dari bumi Flobamora ini.

Anggota komunitas ini terdiri dari pelajar berbagai sekolah di Kota Kupang dan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana)-Kupang dan Universitas Muhamadiyah Kupang (UMK).

Inisiator Rumah Poetica, Bara Patyradja dalam sambutannya yang bernada puitis mengatakan, Rumah Poetica merupakan komunitas independen yang bebas dari kultur, lintas etnis , agama dan berbagai perbedaan. Komunitas tersebut akan menjadi wadah untuk saling belajar di antara calon sastrawan dan sastrawan di NTT.

“Di wadah ini, kita akan saling asah, asuh, gosok, gasak. Tempat ini menjadi sparing partner antara kita,” jelasnya. Dia juga mengatakan, Rumah Poetica juga diharapkan bisa melahirkan tenaga pengajar sastra dan Bahasa Indonesia di NTT. Dia menjelaskan, bumi NTT telah melahirkan nama-nama sastrawan besar antara lain Umbu Parangi, Gerson Poyk sehingga dengan adanya Rumah Poetica diharapkan bisa melahirkan sastrawan-sastrawan asal NTT. Sementara tokoh seniman sastra, Dr. Felix Sanga dalam sambutannya mengatakan berdirinya wadah tersebut kiranya menjadi tempat untuk belajar calon-calon guru Bahasa Indonesia. Sebab, para anggota komunitas ini merupakan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia dari Undana dan UMK untuk menempa diri.

Acara yang berlangsung sederhana itu juga diisi dengan pembacaan puisi dan nyanyian. Serta aksi teatrikal anggota komunitas dengan menonjolkan pembacaan puisi. (alf)